Jumat, 01 Mei 2015

Burung Dalam Botol Kaca




Assalamualaikum wr. wb.

ini adalah post pertama saya ditahun 2015, ngga kebayang udah penuh debu banget ini blog ngga keurus lebih dari setahun. entahlah karena faktor apa yang bikin ngga mood buat nulis.

pernah tidak kalian merasa, seperti burung dalam botol kaca, yang begitu bahagia melihat burung-burung lain terbang bebas, mengepakan sayapnya, merasakan hangatnya sinar matahari, saling menyapa satu sama lain, bersenandung dengan riangnya, hinggap diatas dahan yang basah terkena tetesan embun pagi. merasa bebas, merasa terbang tinggi. ah... ingin rasanya seperti mereka.

Tapi apa daya kita hanya seekor burung dalam botol kaca, yang merasa melihat dunia yang luas, tapi tidak merasa bebas, karena hidup kita dibatasi dinding kaca ini, ah dasar..lalu siapa yang harus kita salahkan, apa kita harus mencari seseorang untuk disalahkan, membiarkan hidup kita terjebak dalam botol pengap ini. 

Ini bukan tentang mencari siapa yang salah, ini tentang mencari jalan keluar dari masalah tersebut, kita sibuk mencari seseorang untuk disalahkan, tetapi lupa mencari jalan untuk keluar dari masalah tersebut. ini bukan kita tidak bisa keluar dari botol tersebut, bukan.. kita hanya takut, takut menghadapi dunia yang keras, dan mencari alasan untuk ketakutan tersebut dengan menyalahkan orang lain. kita terlalu bersemangat menyaksikan kebebasan burung burung lain, tetapi kita tidak punya keberanian untuk keluar dari botol kaca ini.

Jadi yang seharusnya kita punya, bukan hanya semangat, tetapi juga keberanian. bagaimana bisa kita hidup dunia yang keras ini hanya bermodalkan semangat, tetapi tidak punya keberanian. karena didunia ini bukan hanya yang indah indah saja, saat kamu melihat sesuatu yang sulit kamu harus punya keberanian untuk menghadapinya.


5 komentar:

  1. Begitu indahnya kata katamu, menginspirasiku untuk menulis :)
    Postingan yang bagus.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Terimakasih Asha Desma, sudi mampir diblog sederhana ini. Tulisan mu juga menyayat hati loh, menginspirasiku untuk merawat blog ini kembali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, aku tau. Aku memang penebar kebaikan untuk orang lain :D

      Hapus